BlueDark-VioletDarkEmeraldGoldenGrapefruitLight-BrownLimeMetallic-BlueOceanOliveOrangePinkRaspberrySky-BlueViolet
http://kotabanyuwangi.com/wp-content/themes/paradise/timthumb.php?src=http://kotabanyuwangi.com/wp-content/uploads/2011/10/BEC2.jpg&w=80&h=50&zc=1http://kotabanyuwangi.com/wp-content/themes/paradise/timthumb.php?src=http://kotabanyuwangi.com/wp-content/uploads/2011/10/BEC3.jpg&w=80&h=50&zc=1
BEC 2
BEC

Kota Banyuwangi

Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri, segera menikamkan kerisnya ke dada Sri Tanjung. Darah memercik dari tubuh Sri Tanjung dan mati seketika. Mayat Sri Tanjung segera diceburkan ke sungai dan sungai yang keruh itu berangsur-angsur menjadi jernih seperti kaca serta menyebarkan bau harum, bau wangi. Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh dan ia jadi linglung, tanpa ia sadari, ia menjerit "Banyu..... wangi........ . Banyu wangi.. .." Banyuwangi terlahir dari bukti cinta istri pada suaminya.

Kontak

Nama (diisi)

Email (diisi)

Subjek

Pesan